Saturday, January 23, 2021

-PARA PENGHUNI PABRIK GULA-


Sesuai janji saya tempo lalu, kalau saya bakal ulas semua penghuni pabrik gula sebelah desa saya.sebelum saya mulai gak ada salahnya kalau kalian melihat sekeliling kalian, karena bisa jadi, kalian tidak sendirian menikmati sajian cerita saya malam ini. ingat, kita gak pernah sendirian. Pabrik Gula S**M***O, adalah salah satu Pabrik gula terbesar di wilayah ini. tidak hanya terbesar melainkan satu2nya pabrik yang di bangun disini.berdirinya pabrik gula ini sendiri jauh sebelum saya lahir di dunia ini.Besar, megah dan luas adalah hal yang membuatnya di kenal luas.namun, jauh dari kalimat itu, ada dunia yang tidak bisa di lihat oleh mata telanjang. sesuatu yang akan membuat orang ngeri bila apa yang ada di balik nama besar pabrik itu adalah, KERAJAAN DEMIT.

banyak yang sadar atau tanpa sadar pernah mengalaminya, karena disini adalah pusatnya.Pabrik gula ini berdiri di tanah seluas ratusan hektar, saya gak tau seberapa luas, tapi bila di bandingkan dengan desa saya, bisa ratusan kali luas desa saya, padahal, desa saya di bagi menjadi 12 RT. jadi, bisa kalian bayangkan sendiri berapa luasnya. (tidak termasuk kebun tebu).sebegitu besarnya luas Pabrik, sampai2 di buat 4 zona untuk menggambarkan keseluruhan pabrik ini.4 Zona itu, disebut dengan zona Timur, Barat, Selatan dan Utara.saya bakal ulas perlahan2, karena apa yang saya sajikan membutuhkan detail agar kalian bisa membayangkan berdiri di sini.terlepas dari betapa luas dan besarnya pabrik ini, batas yang paling mencolok adalah, pabrik ini diapit oleh 2 Desa, sebut saja Desa A dan Desa B.Desa saya adalah Desa A, kenapa saya mengatakan ini, karena semua ini, nanti berhubungan satu sama lain.Pagi itu, udara sangat dingin. saya baru aja selesai habis Sholat subuh di surah dekat rumah saya.setelah shalat, biasanya anak-anak desa akan ngumpul di depan surah. "mumpung Minggu, ayo mlaku2" kata temen saya Jamal.semua temen-teman saya, bersahut2an, setuju. saya, langsung tanya "gok ndi?""yo opo lek nang pabrik. bekne nemu bal tenis" (gimana kalau kedalam pabrik, kali aja nemu bola tenis)ada hal yang selalu saya lakukan bareng anak2 desa, yaitu, masuk ke pabrik gula di samping desa, alasanya, disana banyak hal yang saya dan temen2 saya suka.salah satunya, bola tenis.jadi, tiap sabtu sore, para petinggi pabrik gula akan bermain di lapangan tenis di daam pabrik. satu dari banyak fasilitas untuk pekerja yang suka dengan olahraga tenis, dan biasanya banyak bola tenis yang keluar lapangan dan menghilang di rerumputan liar yang tumbuh di samping lapanganbola itu lah yang nanti kita pungut, buat di bawa pulang. kenapa harus bola tenis?bola tenis selain mahal, bisa di pakai untuk berbagai permainan tradisional sehingga di mata saya dan anak2 lain yang masih bocah, bola itu sama berharganya dengan mainan grade mahal.selain bola tenis, alasan kami suka masuk ke dalam pabrik, karena suasananya, sejuk, di dalam lahan yang sebegitu luasnya, banyak pohon tua dan besar, sehingga meski siang hari, cahaya matahari tidak bisa menembus, menciptakan suasana damai dan sejuk.lalu apalagi?jawabanya. pohon Juwet, mangga, jambu, yang sama sekali tidak pernah di panen, di biarkan buahnya masak secara alami, karena, gk ada orang yang tertarik dengan buah itu selain kami. anak2 desa.berangkatlah kami menuju pabrik gula, jalur yang biasa kami lalui, adalah jalur Timur.namun, kami terhenti ketika sampai di jalur Timur. "loh, kok tutup" kata Andi.saya baru inget, hari minggu gerbang timur di tutup, karena hari minggu adalah waktu jemaat gereja untuk berkumpul.Gerbang timur identik dengan pagar besi tinggi, di sampingnya ada gereja."gereja jawi wetan" itu yang saya inget. gerejanya tidak kalah tua sama pabrik, sudah berdiri sebelum saya di lahirkan.namun, konon, gereja ini terkenal angker. tapi, sabar, nanti akan ada waktunya buat bahas gereja ini.saya dan yang lain, kebingungan. kayanya, bakal batal.sampe si Udin nyeletuk. "yo opo nek liwat perumahan londo" (gimana kalau lewat perumahan belanda?"saya, terdiam sebentar. mendengar nama perumahan londo, membuat saya begidik ngeri. karena, jauh di jalur Utara memang ada gerbang tua. gerbang itu sudah lama di tinggalkan.di sebelahnya, ada tanah luas, berpagar, disana, berjejer rumah besar nan megah, ada sekitar 6 sampai 7 rumah dengan gaya arsitek yang sama, arsitek khas Belanda.sejarahnya sendiri, rumah itu dulu memang bekas rumah orang2 belanda yang memiliki jabatan di pabrik gula ini.namun, yang bikin saya merinding adalah, semua rumah itu sudah kosong bertahun2, tidak di tinggali lagi, bahkan hingga saat ini, dan cerita dari mulut ke mulut, kabarnya, banyak yang pernah melihat, seseorang berdiri di kaca, menatap kosong jalanan, ketika seseorang melintas,mereka, melihat. Orang Belanda lengkap dengan pakaian khas mereka. tersenyum, menyambut siapapun yang lewat.alasan kenapa temen saya ngusulin itu, karena di perumahan londo, tepatnya di rumah paling ujung ada tembok pembatas, di salah satu bagian temboknya sudah runtuh beberapa bagian, jadi dapat di panjat oleh kami yang masih anak2.kami pun menuju jalur utara, jalan kaki menyusuri jalansampai disana, satu demi satu kami memanjat, melompat dan sampailah di depan rumah megah yang berjejer. hal yang paling menganggu dari rumah ini adalah gaya desain rumah ini yang hampir sama semua.yang paling mencolok, kaca hitam besar di samping pintu.setiap melewati rumah itu ane berusaha untuk tidak melihat ke dalam kaca itu, karena setiap melihat kaca itu, ane terbayang wajah2 belanda yang sering saya bayangin karena cerita2 yang tersebar.namun, saya selalu gagal.saya selalu melihat ke arah sana, memang tidak ada apa2, tapibulukuduk selalu merinding tiap melihatnya.teman2 saya yang lain tampak biasa saja, berjalan tanpa beban, sedangkan saya, was2, perasaan tidak enak ketika melewati rumah itu selalu muncul tiba2. seolah2 saya sudah di tunggu oleh mereka. mereka yang menghuni perumahan Londo ini.akhirnya saya dan yang lain sampe di jalan kecil yang menuju ke kawasan pabrik, saya bisa lihat gerbang utara yang di kerangkeng dengan rantai di belakang, akhirnya saya menyusuri jalanan itu, di timur terlihat samar2 bangunan tua sekolah TK yang di pisah dengan pagar kawat tinggi.sebelum saya lanjutin, gak ada salahnya saya bagi, denah Lokasi Zona Utara yang akan jadi fokus cerita kita malam ini.perhatikan setiap lokasi detail tempat2nya.ada satu hal yang bikin saya bertanya2, sebuah lahan kosong yang ditumbuhi oleh pohon mangga, anehnya, di bawahnya rumput tinggi2 setinggi lutut orang dewasa, dalam hati saya bertanya, "kenapa orang pabrik gk ada yang motong rumput itu, biar bersih saja"namun rupanya ada alasanyalapangan tenis sudah terlihat, di samping lapangan tenis ada 2 pohon Asem yang sudah berumur puluhan tahun. besar sekali dan mencolok di bandingkan pohon2 lain, sehingga lapangan tenis begitu sejuk di tutupi rindangnya dedaunan pohon asem.jauh di belakang lapangan tenis tepatnya di antara lahan kosong dan gedung TK, ada satu pohon lagi yang mencolok. yaitu, pohon Beringin. (sampe sekarang tahun 2019 pohon ini masih berdiri)saya gak pernah suka pohon itu. bahkan sejak saya bersekolah di TK saya masih inget jelas kenangankenangan yang nanti akan saya ceritain secara perlahan. intinya, pohon itu berada di tempat yang terisolasi, butuh waktu untuk menembus tingginya rumput liar di samping lapangan tenis.akhirnya kami masuk ke lapagan tenis, ada pintu pagar kawat di sekelilingnya,sangat tinggi pagar kawatnya, berguna agar bola tidak keluar dari lapangan, namun selalu ada saja bola yang berhasil keluar.disana, kami mulai mencari bola tenis yang mungkin masih ada sisa sabtu sore kemarin ketika petinggi pabrik bermain.namun, mata saya gk fokus. saya lebih tertuju pada 2 pohon asem yang bersebelahan sama besarnyaentah disana ada apa, tapi, bulu leher saya selalu meremang setiap melihat pohon itu."aku nemu bal kilo"(aku nemuin bola ini loh) teriak temen saya si Jamal.saya dan udin serta Dayat mendekatbola segera di amankan di saku milik jamal, kami akhirnya bermain2 dahulu di lapangan tenis. tempatnya adem dan bener2 enak buat rebahan tidur, tapi, ada yang mengganjal pikiran saya, seolah2 ada yang ngelihatin saya entah darimana.Dayat yang pertama usul. "pumpung nang kene, ayok golek jambu, wes mateng koyok'e" (mumpung disini, ayo nyari jambu, sudah matang kayanya)biara tentang jambu, ada satu tempat dimana kami bisa menemukan banyak pohon jambu biji. jawabanya, adalah Rumah Dinas Supervisor.akhirnya kami pergi lebih ke barat, di samping kiri kami bisa melihat berjejer rumah besar, tidak sebesar permahan londo, namun rumah disini sudah cukup besar, karena rumah ini di khsuskan untuk para Suprvisor pabrik. sayangnya, setahu saya hanya 2 atau 3 rumah yang di hunisisanya?sisanya? di biarkan kosong tak berpenghuni, alasanya, karena ada cerita yang sangat mengerikan yang pernah saya dengar dari seseorang di tempat ini. kisah itu adalah, di datangi pasukan POCONG.awalnya cerita ini saya denger dari Mas Hendra.Mas Hendra ini dari luar kota, beliau dapat kerja di pabrik ini lewat pamanya, om Ardi yang kebetulan menjabat jadi supervisor.selama bekerja di pabrik ini. om Ardi dapat rumah dinas, dan di ajaklah mas Hendra menginapmas Hendra nurut saja, karena memang beliau waktu itu masih muda, belum kepikiran ngekost apalagi punya rumah. singkatnya suatu malam, om Ardi pamit, katanya beliau sudah urus cuti dan rencananya mau pulang kampung. disinilah mas Hendra akan di tinggal di rumah itu sendirian.mas Hendra yang tidak tau apa2 dan baru mengenal lingkungan ini jawab iya2 saja, toh rumahnya besar dan nyaman.sebelum om Ardi pergi, beliau berpesan."Nek awakmu krungu suara opo ae, gak usah metu. tinggal turu ae yo le"(kalau kamu denger suara apa saja, tidak usah keluar, di tinggal tidur saja ya nak)mas Hendra cuma magut2, beliau tidak bertanya lebih rinci, mungkin hanya pesan biasa saja. pikirnya, rupanya, itu bukan sekedar pesan biasa, melainkan sebuah peringatan.Malam semakin larut. mas Hendra duduk di teras menikmati semilir angin malam, berkawan segelas kopi dan rokok beliau memandang ke kanan kiri, namun sepi.om Ardi sendiri bilang, samping kiri kanan rumah ada penghuninya tapi, mas Hedra tidak pernah berjumpa sama sekali."mungkin sudah tidur" pikir mas Hendra,semakin larut, suara hewan malam terdengar semakin riuh, mas Hendra bersiap mau masuk rumah, namun, beliau di kejutkan oleh suara asing yang tiba2 melintas. "ngiriiikiiki" itu adalah ringkikkan kuda.mas Hendra kaget."bagaimana bisa ada suara kuda di tempat seperti ini" namun, rupanya, tidak hanya sekali namun berkali2, jadi beliau mengambil senter dan jaket, mencari dimana sumber suara itu.tanpa mas Hendra sadari, beliau meninggalkan perumahan Dinas, melangkah melewati jalanan sepi.penerangan di kawasan pabrik memang tidak terlalu bagus, berbekal cahaya bulan. mas Hendra menelusuri jalan, ia bergerak menuju lapangan tenis, namun suara itu semakin jauh, rasa penasaran memenuhi isi kepalanya, mas Hendra tidak memikirkan apapun, lebih tepatnya belum curiga.rupanya, tanpa mas Hendra sadari beliau sudah memasuki perumahan Londo, kali ini suara itu sudah lenyap dan mas Hendra seolah baru sadar, dia sudah berjalan sejauh ini.berniat ingin kembali, mas Hendra mencium aroma wangi. di hirupnya aroma itu, semakin lama semakin menyengat.penasaran, mas Hendra mengintip perumahan Londo, dari balik pohon randu. di lihatnya dengan seksama apa yang ada di depan sana.kaget bercampur bingung. di salah satu rumah, ada sosok yang tengah berdiri, mengenakan gaun putih panjang sampai lantai, sosok itu menatap jalanan.rambutnya pirang. posturnya tinggi, ramping dan berbau wangi. dalam kebingungan, mas Hendra baru sadar. bagaimana bisa ada orang di rumah itu, bukanya om Ardi mengatakan tempat itu kosong melompong.rupanya perasaan mencelos itu membuat sosok itu sadar tengah di intip.sosok itu memandang pohon randu tempat mas Hendra bersembunyi.mas Hendra berdiam diri, mencoba agar sosok itu tidak mendekati, rupanya, wewangian itu semakin menyengat seolah sosok itu mendekatinya. mas Hendra berbalik untuk mengintip kembali. benar saja dugaanya.none belanda itu rupanya mendekatinya, tertawa nyaris cekikikan, yang bikin mas Hendra lari terbirit2, sosok itu mendekatinya terbang. kakinya tidak menyentuh tanah sama sekali.tak perduli kemana ia berlari, yang penting, menyelamatkan diri terlebih dahulu.sampai akhirnya mas Hendra berhenti untuk mengistirahatkan kaki. baru sadar, ia berlari jauh ke samping lapangan tenis. di bawah 2 pohon besar ASEM rupanya mas Hendra tidak sendirian. ia, di temani oleh sosok yang sangat besar, yang di lihatnya nyaris seperti pohon Asem.ternyata, itu adalah kakinya,saya yang denger mas Hendra cerita, cuma begidik dan terbayang2.tanpa pikir panjang mas Hendra kembali berlari, Rumah dinasnya beberapa ratus meter lagi, ketika akhirnya beliau sampai di pintu. mas Hendra langsung pergi tidur di kamar.namun, rupanya. malam mengerikan ini belum berakhir, karena terorr yang selanjutnya adalah puncak terorr yang membuat mas Hendra angkat kaki dari rumah Dinas khusus Supervisor itu.teror pasukan POCONG nan mengerikan.masih di malam yang sama, mas Hendra berusaha melupakan apa yang baru dia lihat.seumur2 dia belum pernah bertemu apaagi melihat hal di luar logika karena sebelumnya ia hanya mendengar dari orang2. namun, jam 1 dinihari tidak membuat mas Hendra bisa tidur, sebaliknya, ia kepikiranwajah nona belanda rupanya benar2 membuat mas Hendra kepikiran, wajahnya menakutkan ketika tersenyum terutama ia bisa terbang.bagaimana bila dia datang ke rumah ini. hal2 seperti itu rupanya membuat mas Hendra semakin tidak nyaman. ia berkali2 kepikiran untuk pergi, tapi kemanarupanya, kecemasan yang merasuki mas Hendra mengaburkan sosok yang memanggil2 namanya dari luar kamarnya.tepat di jendela, mas Hendra mendengar seseorang memanggil2."Mas. tolong, mas"kaget bercampur takut, mas Hendra menjauh dari jendela.namun, suara itu semakin nyaring karena sepertinya tidak hanya satu suara melainkan sperti bersama2. mas Hendra lari ke ruang tamu.di ruang tamu sama sekali tidak mengurangi rasa takut mas Hendra karena suara itu semakin terdengar. akhirnya, mas Hendra memberanikan diri melihatmas Hendra membuka selambu jendela ruang tamu yang menghadap halaman rumah, betapa terkejutnya mas Hendra rupanya di depanya, banyak sekali pocong menatap rumah mas Hendra.tidak hanya satu, melainkan lebih dari 10 pocong mengelilingi rumah dinas itu.mereka terus meminta tolongsemalam suntuk dan ketika adzhan subuh berkumandang, pocong itu akhirnya lenyap.esoknya ketika om Ardi datang, dan melihat mas Hendra yang tampak shock, om Ardhi seolah2 tahu."koen kenek opo le?" (kamu kenapa le?)mas Hendra segera menceritakan semuanya."koen iku tuman, kan wes di penging" (kamu itu ceroboh, kan sudah di larang)disni, om Ardi bercerita, bila kedatangan pocong itu kesini biasanya di karenakan mas Hendra sudah menganggu dayangnya, yaitu nona belandaada keterikatan apa mas Hendra tidak mengerti namun, rupanya, ada kasta di dalam pabrik ini, sehingga bila melihat pengghuni satu biasanya akan mandatangkan penghuni lain, dan bisa di bilang, pasukan pocong itu merupakan kasta terbawah di bandingkan nona belanda.gak yakin saya bisa nuntasin cerita ini malam ini. padahal ini masih Zona utara, dan masih banyak yang belum saya ekspos?Lanjut apa besok aja ya di cicil?jadi rupanya ada kasta di antara para penghuni di pabrik ini.setiap tempat ternyata memang berpenghuni, hanya saja, kasta mereka berbeda2, ada yang paling kuat hingga paling lemah, ada yang paling ganas namun ada juga yang sekedar usil menampakkan diri. lalu, dimana yang paling kuat?jawabanya ada di lahan kosong di samping gerbang tidak terpakai di utara. tempat dimana rumputnya tidak pernah di potong.dahulu, sebenarnya lahan itu akan di alih fungsikan untuk parkir truk yang mengangkut tebu, jadi di lakukan pembabatan guna membebaskan lahan dari rumput liarpekerja pabrik mulai melakukan pembersihan, rumput di babat, sampai pohon mangga disana akan di tumbangkan. namun, rupanya, hal yang mereka lakukan membawa kemarahan yang besar bagi penghuninya.tepat setelah malam hari. semua pekerja disana, jatuh sakit.beberapa di antaranya bermimpi, di temui seorang wanita yang sangat cantik, wanita itu berpesan agar tidak melanjutkan apa yang akan mereka kerjakan. karena bila di lanjutkan, akan terjadi hal2 yang tidak di inginkanbeberapa percaya, beberapa nekat tetap melanjutkan. keanehan terjadigergaji mesin yang di gunakan untuk menumbangkan pohon disana, semuanya patah, seolah pohon2 itu terbuat dari besi, tidak hanya itu, beberapa kali mereka di ganggu oleh ular yang melintas tiba2, namun, yang paling aneh, rumput yang di potong kemarin tumbuh seperti semua.seolah2 mereka tidak pernah memotongnya sebelumnya. hal2 tidak wajar ini, membuat para pekerja ketakutan. terutama sang mandor, yang firasatnya menjadi tidak enak.akhirnya, pak mandor memutuskan menghentikan pekerjaan sementara sekaligus memanggil orang pintar.ketika di terawang tempat itu, si orang pintar hanya berpesan. "jangan lanjutkan. bila kalian tidak mau meregang nyawa"bingung, sang mandor bertanya, "kenapa mbah?"sang mandor menunjuk suatu tempat yang bisa di katakan, paling dalam di lahan kosong itu."itu adalah rumahnya, tempat makhluk yang tidak pernah menerima kehadiran kalian disini""apakah tidak bisa di usir mbah?" tanya sang mandorsi orang pintar kemudian tersenyum kecut. "berani bayar berapa kamu dengan harga nyawaku?"si mandor terkejut. "nyawa mbah?""iya nyawa, saya tadi sudah berbincang sama dia. dia bilang nyawa sampeyan2 ini yang jadi taruhanya. itu pun gak akan bisa kalian babat lahan ini. mau mati konyol sampeyan?" tekan si mbah.akhirnya si orang pintar bercerita.Pabrik tempatmu bekerja adalah sarang kerajaan demitkaget bercampur bingung, sang mandor bertanya kembali "maksudnya mbah?""ya ini pusatnya kerajaan demit. tau demit tidak?"jadi, rupanya, penghuni lahan kosong itu adalah seorang wanita cantik namun bertubuh ular hijau. selain itu, si ratu ular ini ibaratnya adalah panglimanyadi setiap sudut pabrik, selalu ada yang terkuat dan menjaga wilayah teritorinya sendiri, termasuk di bagian utara yang di jaga oleh siluman ular.inget saya pernah bikin thread tentang di incar penghuni pabrik, rupanya, itu masih berhubungan sama siluman ini.karena yang mengganggu saya, itu masih anakanya. alias anak dari siluman ini, bisa di bayangkan, kalau anaknya saja butuh orang sekelas nyai asih, gimana bila mbok2anya (ratunya) , si orang pintar sampai mengatakan nyawa adalah taruhanya bila berani mengusik wilayahnya.namun semua ini tidak berhenti sampai disini, setelah pabrik ini tutup, ada sebuah cerita yang menimpa warga desa B.warga desa B ini, adalah seorang lelaki tua yang keseharianya mencari rumput untuk pakan ternaknya, entah tidak ada yang memberitahu atau tidak, ia tergiurtergiur dengan rumput liar yang tumbuh di lahan kosong. tanpa berpikir panjang, ia memutuskan membabat rumput liar itu, tidak sampai setengah hari, karung yang ia bawa penuh dengan rumput untuk mengenyangkan hewan ternaknya.ia segera pulang dengan rumput2nya, tanpa ia sadari,ia juga membawa pulang malapetaka bersamanya.Malamnya, ia terbaring sakit. badanya demam, panas, sudah di beri obat namun seperti tidak berpengaruh. tidak hanya itu, si lelaki tua meronta menahan sakit yang teramat sangat, seperti di siksa oleh sesuatu.rupanya, ada orang yang tidak sengaja melewati rumahnya, ketika orang asing itu melewati rumahnya, ia kaget, karena di depan rumah lelaki tua, ada wanita bertubuh ular sedang menari2 di depan rumah.dalam hati, orang itu hanya berkata. "sebuah bencana ada di rumah ini"keesokan harinya, orang asing itu bertamu. ia di sambut sang isteri, bertanyalah orang itu dan akhirnya si isteri bercerita, ia meminta ijin untuk melihat lelaki tua itu.di luar dugaan, kondisinya sudah sangat parah. bahkan beberapa kali, lelaki tua itu meracau minta mati.lewat usul orang asing itu, si lelaki tua di bawa ke guru spiritualnya, namun rupanya, semua sudah terlambat. tarian yang di lakukan wanita ular itu adalah tarian kematian untuk si lelaki tua.namun, semua belum berakhir. di tubuh lelaki tua itu, di temukan sisik ular.si isteri hanya menangisi jasad suaminya yang malang. orang asing itu akhirnya memberi saran, agar pemakamanya di lakukan dengan tertutup untuk menghindari aib dan mulut orang2 tak bertanggung jawab. namun, semua orang tau akan kisah ini dan tidak begitu terkejut ktika mendengarnyasaya dan yang lainya akhirnya bergegas pulang, manakala hari sudah terik, dengan jambu biji sekresek, kita sepakat mau lewat gerbang utara, di samping lahan kosong. rupanya, Udin benar, di dekat gerbang ada kawat yang bisa di tarik sehingga kami bisa menerobos lewat.jujur saya masih merinding tiap lihat lahan itu, auranya gelap dan mencekam. namun, saya masih inget pesan seseorang. "asal kamu gak ganggu, dia juga gak akan menganggu. mereka butuh alasan untuk menganggu"saya berjelan menelusuri jalur utara, sampai saya melihat, gedung TK lama sayamelihat gedung Tk sekolah saya mengingatkan saya akan peristiwa itu, waktu saya masih TK, dimana ada satu peristiwa yang gak bakal pernah saya lupain, peristiwa tentang,saya, Endah, dan pohon beringin tua, di belakang gedung sekolah, tepatnya di samping lahan kosong itu.dimana, saya melihat ada gadis kecil yang menjaga pohon beringin tua itu?@bacahorror #bacahorrorhal yang gak banyak orang tau adalah, saya gk bisa lihat secara langsung tapi, saya bisa memvisualisasikan sesuatu dari cerita orang lain. lalu bagaimana saya tau tentang gadis kecil yang menunggu pohon beringin?Endah lah yang memberitahu saya pertama kali akan sosok ini.sosok yang akan saya ceritakan malam ini.kita balik jauh ke belakang saat saya masih TK disini.TK ini, di bangun sama persis di samping lahan kosong, bila di lihat dari denah lokasinya cukup jauh dari lapangan tenis, namun, jaraknya cukup dengan pohon beringin.nah, pohon beringin inilah yang akan jadi fokus cerita kitasebelumnya, saya mau kasih tau. sampai saat ini, tanggal 6 maret 2019, pohon beringin ini masih berdiri, termasuk lahan kosong itu yang memang tidak ada yang berani menyentuhnya. jujur, saya pengen ambil gambarnya, biar kalian bisa lihat, tapi, saya harus urungkan. saya tau, mereka gak suka.lanjut ke cerita. ketika saya TK, pohon beringin itu memang seringkali mencuri perhatian saya, entah kenapa ada energi negatif yang bikin saya gak bisa mengalihkan pandangn tiap saya melewati halaman sekolah.TK saya sendiri adalah bangunan peninggalan Belanda, sehingga desainya ckup serambanyak kisah mistis yang simpang siur selama saya bersekolah di TK ini. salah satunya adalah sosok yang tinggal di pohon beringin tua itu, konon kabarnya, ada kuburan anak2 disana, namun, belum ada bukti bahkan sampai thread ini saya tulis. jujur, sekarang saya merinding.namun, kisah lain jg tidak kalah mengerikan, satu yang selalu di ceritakan turun temurun, dahulu beredar cerita bahwa pondasi yang di gunakan untuk bangunan sekolah adalah kuburan kuda.jadi, dulu ini adalah tempat penjagalan kuda, dimana kepala dan tubuh binatang itu tersebar dsinisehingga, setiap malam, Pak abut si penjaga sekolah seringkali mendengar suara kuda meringkih. ngomong soal suara kuda, kisah ini berkaitan dengan suara yang di dengar mas Hendra, jadi yang jelas, zona utara adalah zona dimana seringkali di temui suara kuda bergentayangan.balik lagi ke gedung TK. ada 3 kelas yang selalu di gunakan, yaitu kelas untuk anak 5 tahun yang di sebut nol kecil. sedangkan 2 kelas untuk anak 6 tahun yang lebih di kenal dengan nama nol besarselain 3 kelas itu, ada lagi beberapa ruangan, seperti ruangan guru. lalu, ruangan musikruangan musik jarang sekali di gunakan bila tidak ada pak Mamat, guru pengajar musik. namun, banyak beredar cerita yang selalu menarik perhatian saya, di sudut kelas musik, ada sebuah piano kecil, piano itu kadang di gunakan pak mamat untuk mengajar.mengerikanya adalah, seringkali lantunan nada piano di mainkan bahkan di siang bolong sekalipun, yang menjadi masalahnya adalah, setiap kali di lihat siapa yang memainkanya, tak seorangpun duduk di kursi memainkan piano, seolah2 piano itu bermain dengan sendirinya.saya sendiri belum pernah mendapat pengalaman itu, jadi saya anggap itu hanya rumor kosong, termasuk rumor, anak kecil yang suka menunggu di kamar kecil. tapi, ada satu rumor yang gak bisa saya katakan sebagai omong kosong karena, rumor ini pernah saya buktikan dengan sendirinya.rumor tentang gadis yang menghuni pohon beringin.kisahnya, di mulai ketika saya melihat Endah.Endah adalah tetangga saya, sejujurnya kita sama2 tidak menyukai satu sama lain, namun, ayah kami memiliki ikatan yang erat sehingga akhirnya saya mencoba bersikap baik dengan dia.namun dia, gk bisa di baca dari luar, sifatnya lebih tertutup dari anak2 pada umumnya. disaat anak2 akan menghabiskan waktu untuk bermain dan bersama teman2nya. Endah, hanya akan duduk memandang satu titik yang paling saya benci di tempat ini.itu adalah pohon beringin di belakangpernah beberapa kali Endah tidak mengikuti kelas hanya karena ia terlalu asyik melihat pohon itu, sampai guru kami, bu Etik menegurnya beberapa kali. namun tetap saja, anak itu bertingkah aneh.suatu hari, saya begitu penasaran, jadi saya putusin mendekatinya.saya mencoba mengulik apa yang dia lihat selama ini."opo seh seng mok delok?" (apa sih yang kmu lihat?) kata saya"awamu eroh wit ringin iku?" (kamu lihat pohon beringin itu?)"iyo" kata saya lagi."onok arek cilik seng ndelok kene sak iki" (ada anak kecil yang melihat kita saat ini)mendengar itu, perlahan saya bisa memvisualisasikan ucapan Endah menjadi sebuah bayangan."cah wedon" (anak perempuan?) kata saya tiba2Endah akhirnya melihat saya "isok ndelok tah?" (bisa melihat juga tah?)saya langsung pergi, karena entah kenapa, firasat saya gak enak.itu adalah pengalaman satu2nya yang saya inget tentang makhluk ini, namun rupanya makhluk ini adalah makhluk yang sering maen ke desa saya. karena apa yang terjadi berikutnya, dia merasuki salah seorang warga.kejadianya sendiri di mulai siang bolong, ketika saya sedang maen dengan anak2, saya denger baru saja terjadi sebuah kehebohan, banyak warga yang mendekat, dan beramai2 memenuhi rumah.penasaran, saya pun mendekat.rupanya mbah Bun, salah satu wanita tua yang halamanya seringkali saya pake maen berteriak2 nyris histeris. suaminya Mbah nang, mncoba menenangkanya berkali2, namun, mbah bun rupanya masih terus menjerit2, saya yang sedari memperhatikan gelagat aneh itu akhirnya sadar, mbah bun kesurupanmasalahnya adalah, mbah pun terus berteriak dia minta pulang."Aku tak muleh, aku tak muleh" (aku mau pulang, aku mau pulang)Mbah nang akhirnya yang pertama kali bertanya perihal itu. "muleh nang ndi" (pulang kemana?)"nang omahku" (ke rumahku) jawabnya."sopo koen?" (siapa kamu?) tanya mbah nang.namun sosok itu melotot, tidak mau menjawab lalu menjerit kembali. pergolakan itu terus terjadi sampe akhirnya om saya datang. de no yang merupakan juru kunci di desa saya.sekali lihat, de no langsung tau, siapa yang merasuki mbah bun."Lapo koen nang kene?" tanya de no ketus."Aku kate muleh" (aku mau pulang) jawabnya sambil melotot."Muleh, tapi koen gowo rogone wong" (pulang, tapi kamu di dalam raga seseorang)terjadi perdebadan yang panjangintinya, mkhluk itu tidak sengaja kesedot tubuh mbah bun ketika beliau mlamun. untuk itu, saya cuma mau berpesan, hati2 bila melamun, pikiran yang kosong membuka diri kita utuk lebih muda di masuki.setelah terjadi tawar menawar bagaimana makhluk itu keluar, rupanya, dia mau syaratdia mau keluar hanya saja nanti, de no harus mengantarnya dengan cara di gendong di punggung.de no pun menyanggupi permintaanya, bila di lihat dengan mata kosong, de no seperti berjalan dengan posisi menggendong, namun bag mereka yang bisa melihat, ada sosok gadis kecil disanasampai saat ini, gadis itu masih ada disana, hanya saja, sekarang ia tidak lagi suka berjalan2 ke desa saya lagi, entah kenapa. sekarang, kita menuju ke bangunan gereja 200 meter dari gedung TK, disana terkenal dengan satu Hantu wanitawarga menyebutnya dengan.. hantu wanita menangis. 


You can follow @SimpleM81378523. (Source: https://threader.app/thread/1102897989167661056)