Pohon Pisang Berdarah Penulis :  https://twitter.com/Stoppcovid19/status/1258406942168371200 Ini pengalaman pribadi saya sewakt...

Cermis : Pohon Pisang Berdarah




Pohon Pisang Berdarah
Ini pengalaman pribadi saya sewaktu masih kecil, taka ada yang disamarkan dalam cerita ini, semuanya akan saya ceritakan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya.
Dulu,saya adalah anak tunggal dari seorang pengusaha yang mengharuskan selalu move (berpindah) tempat usaha agar usaha yang di jalankan keluargaku mampu berjalan dalam artian sukses. Sekarang sudah sukses dan berdomisili di Borneo.

Saya menjalani masa kecil di pulau M di Jawa Timur, daerah yang saya tempati terkenal dengan julukan “embong miring”. Awalnya kami bertiga tinggal di sebuah kontrakan yang berdekatan dengan masjid, tujuannya adalah mudah mendapatkan rekan sesama muslim
namun kenyataan berkata lain, si pemilik kontrakan genit n akhirnya kami memutuskan untuk pindah namun tetap d daerah “embong miring” ini.Kami mendapatkan rumah yang cukup luas daripada sbelumnya dan halaman pun jg luas krena si pemilik rumah kontrakan ini adalah insinyur pertanian
Jadi rumah kontrakan ini di kelilingi oleh tanah kosong yang luas untuk dipersiapkan menjadi kebun. di sebelah kanan kontrakan kami ada rumah yang ditempati oleh saudaranya yang punya kontrakan, dan di belakang adalah dapur,jadi rumah dan dapur terpisah beberapa meter.
Dan tak lupa wc atau kakus berada jauh di ujung tanah karena waktu itu masih menggunakan wc yang itu lho tanah yang di lobangi.ah pokoknya gitulah.
Tepat di sebelah kiri ada pepohonan kenitu,mangga,pisang dan akasia.Ketika siang hari sangat amat sejuk karena mendapatkan oksigen langsung dari pohonnya,namun ketika malam hari, sungguh ibarat berada dalam penjara yang di bagian luarnya ada penjaga yaitu para penunggu pohon itu.
Gini ya,kondisi rumah kontrakan ini luas bgt, di bagi menjadi 2, rumah yang punya rumah dan rumah yang kami tempati, di sekat oleh sebuah tembok, nah untuk wc kmaren udh d jelasin lataknya di ujung tanah sebelah kiri dari rumah jaraknya skitar 20 meter dari rumah
sedangkan kamar mandi lurus dengan rumah namun posisinya di sebelah kanan jauh, skitar 15 meter dari rumah, jadi silahkan bayangkan kalo km lg kebelet pup malam2, duh…
Kejadian pertama di alami oleh ibuku, umurku masih 5 bulan waktu itu, tapi ibuku menceritakan ini pas aq udah gedhe, jadi gini ceritanya,ayahku blm pulang malam itu,sedangkan waktu sudah jam 22.00 wib. Dirumah cuma aku dan ibuku,karena aku anak tunggal
aq sudah tidur namun tiba2 menangis dalam tidurku, “mungkin Cuma mimpi buruk” gt perkiraan ibuku, di gendong lah aq, di ayun2 dan di susuin, hampir 1 jam tp aku masih tetep nyusu, di lepas susunya nangis lagi,seakan akan ingin selalu dalam dekapan ibu,
ibuku yang kelamaan gendong kan tubuhnya otomatis menjadi gerah, pindah lah ibuku ke ruang tamu deket jendela yang bagian atasnya ada lobang angin2nya supaya gak gerah lg pikir ibuku, dia ayun2 lah aq sambil menghadap jendela yang walaupun ada gordennya tp bisa melihat ke luar


karena kondisi di dalam gelap namun d luar agak terang (lampu 5 watt yang warna kuning) tu, masih dalam posisi lagi asik nyusuin dan ayun2, diluar jendela nampak lah sesosok laki2 sedang mondar mandir seperti nyari sesuatu yang jatuh,
kapalanya nunduk gt ia menggunakan hoodie warna hitam, dan perawakannya mirip sekali dengan anak yang punya rumah, “ah mungkin anak yang punya rumah” tanpa rasa takut dan curiga sedikitpun, sambil tetep mengayun dan menyusuiku ibuku balik badan untuk lihat jam,
saat itu sudah jam 23.15, setelah melihat jam ibuku balik badan lagi dan mau menghadap ke jendela seperti sebelumnya,
namun betapa terkejutnya ibuku ternyata tepat di depan jendela orang itu menatap ibuku, saling beradu pandang, wajahnya hancur penuh luka,matanya hilang satu, ibuku membisu, tubuhnya kaku tak bisa bergerak
, lalu tiba2 aq melepaskan hisapanku di susu ibuku dan menangis kencang, otomatis ibuku melihatku dan kembali menempatkan mulutku di sumber asinya, setelah aq diam ibuku mencoba kembali melihat jendela dan ternyata sudah tak ada siapa2
Lalu ibuku membawaku kembali ke kamar, tak lama kemudian ayahku datang.. ibuku tak menceritakan kejadian itu pada ayahku, keesokan harinya ibuku bertanya pada anak pemilik rumah apakah tadi malam keluar rumah,
jawabnya “enggak,tadi malam aku tidur jam 20.00 soalnya capek abis main bola” Malam2 berikutnya aman karena ayahku sedang ada dirumah.
yang punya rumah kita sebut “pak bas” aja ya..
Kejadian kedua, Setiap malam minggu pak Bas pasti jalan2 ke pusat kota B bersama anak dan istrinya, yang jaraknya tak begitu jauh dari tempat tinggal kami, dan pasti pulangnya malam, ketika itu ayahku sedang nonton pertandingan sepak bola di tv hingga tengah malam
suara sepeda motor pak Bas terdengar sayup2 dan lama lama makin nyaring, pertanda sudah dekat, ayahku masih aja nonton tv, setelah suara motornya berhenti tiba2 ayahku mendengar “pak,ayo cepetan tidur sudah malam” suaranya mirip pak Bas namun lebih besar dan berat.
Spontan ayahku menyahuti “iya pak”. Dan langsung mematikan tv karena sungkan dengan beliau si pemilik rumah, setelah ayahku ke kamar dan bersiap tidur, terdengar lagi suara sepeda motor mendekat,
ayahku beranjak dari tempat tidurnya dan mengintip dari jendela siapa kah yang datang, dan ternyata yang datang adalah pak Bas beserta anak dan istrinya. Jadi yang tadi datang dan nyuruh tidur entah siapa.
Kejadian berikutnya terjadi ketika senja, di kebun milik pak Bas ada pohon kenitu, di pohon itu sering tercium bau singkong yang dibakar, waktu itu ayahku sedang di dapur yang letaknya di depan pohon kenitu,
ayahku lg bikin teh hangat untuk persiapan malam nanti agar tak lagi pergi ke dapur, ketika sedang asik ngaduk teh ayahku di kejutkan oleh bunyi seperti sebuah kelapa yang jatuh, pokoknya bunyinya itu seperti benda besar dan terjatuh dari ketinggian,
padahal dsitu tidak ada pohon kelapa, Cuma ada pohon kenitu yang buahnya Cuma sebesar kepalan tangan, ayahku keluar dari dapur dan mencari di skitar dapur, namun tak ada apa2, setelah dekat dengan pohon kenitu itu terdengar suara orang tertawa
ayahku mencari sumber suara itu yang berasal dari atas pohon,, #pohonpisangberdarah
ternyata disitu ada sesosok genderuwo yang sedang melotot melihat ayahku, lama lama makin besar sebesar pohon kenitu itu. Ayahku langsung pergi meninggalkan pohon itu dan langsung menutup dapur
Ayahku menceritakan itu ke ibuku dan ibuku menceritakan juga apa yang di alaminya, akhirnya ayah dan ibuku membuat keputusan untuk mudik karena memang kondisinya mendekati ramadhan.
Tidak lama setelah itu kami pun mudik,
di daerah asal ayah dan ibuku, kami menyempatkan menemui seorang kyai, ayahku minta tolong untuk menerawangkan apa yang sebenarnya ada d rumah kontrakan yang kami tempati ini, kata pak kyai tersebut, kontrakan itu dulunya hutan,
banyak pohon besar yang di buat menjadi sarang makhluk2 tak kasat mata, dan ternyata tak jauh dari rumah kontrakan itu ada pemakaman umum, jadi makhluk2 itu berkumpul disitu,
pak kyai itu menambahkan harus lebih hati2 dsitu karena masih punya bayi (aku), biasanya bayi akan sering rewel, lalu ibuku menyahuti “pantesan rewel terus semenjak pindah kesitu”
Pada akhirnya pak kyai itu menyarankan agar rumah kontrakannya lebih sering lagi di buat sholat dan baca al-Quran karena pernah kosong lama. Setelah itu kami pun kembali ke rumah kontrakan itu
Setelah lebaran kami kembali ke rumah kontrakan itu, seperti biasa kami datang bertiga dengan menggunakan bus damri. Hari sudah senja kala itu,
entah darimana asalnya informasi waktu itu jawa timur sedang dalam kondisi mencekam karena sosok ninja yang akan membunuh orang yang keluar malam, isu yang terdengar di telinga keluargaku dan kontrakanku seperti itu.
Jadi apabila hari sudah gelap orang2 tidak akan berani keluar karena akan di buru dan di bunuh oleh ninja yang konon sakti itu, menurut yang keluargaku dengar, ninja itu bisa melompat dari pohon ke pohon dan dari rumah ke rumah,
sasaran sebenarnya adalah para dukun santet, namun entah mengapa yang dibunuh malah para alim ulama dan warga sipil, jadi efeknya keluargaku pun tak berani keluar malam, nah kejadian berikutnya karena ada isu ninja ini
ayahku terlalu banyak minum ketika masih dalam perjalanan tadi, akhirnya ketika malam hari ia kebelet pipis, karena takut ada ninja dan tak tega meninggalkan aku dan ibuku dirumah itu, jadi ayahku pipis di belakang rumah di dekat pohon pisang,
tak ada pilihan lain karena jarak kamar mandi dan rumah kontrakan sekitar 20meter, sedangkan jarak rumah dan pohon pisang cuma sekitar 7meter, jadi ayahku lebih memilih pipis disitu. Ia keluar rumah tanpa membangunkan ibuku karena kasian lelah setelah perjalanan tadi,
di depan pintu liat kiri kanan, tak nampak apapun, dengan mengendap endap ia berjalan mendekati pohon pisang itu setelah dekat dengan pohon itu ia jongkok dan maju lagi sampai sangat dekat sekali dengan pohon pisang itu
ketika sedang pipis ayahku melihat kebawah tanpa melihat kiri dan kanan lagi karena dirasa aman tadi, namun sial ketika sudah hampir selesai pipisnya ayahku mencium bau yang luar biasa busuk, seperti darah
ayahku mendongakkan wajahnya dan ayah ku terkejut ternyata yang dipipisinya tadi bukanlah pohon pisang lagi namun sesosok pocong yang wajahnya di penuhi luka dan belatung
sosoknya tinggi setinggi pohon pisang itu, spontan ayahku lari meninggalkan pohon itu, pocongnya sempat mengejar dengan beberapa kali lompatan mendekati ayahku namun ayahku sudah sampai di dalam rumah,
sambil terengah engah ayahku merebahkan dirinya di lantai, setelah dirasa aman akhirnya ayahku kembali ke tempat tidurnya, keesokan harinya ayahku menceritakannya pada ibuku dan ibuku malah tertawa.. lanjut??
Seminggu kemudian kejadian naas menimpa pak Bas, rumahnya kemalingan, jendela rumah bagian depan tepatnya di kamar anak perempuan pak Bas di rusak dan pencuri masuk lewat situ, beberapa barang berharga hilang.. #rahimku
untungnya anak perempuan pak Bas tidak di apa2in, dari analisa pak Bas, si pencuri menggunakan ilmu semacam ilmu sirep yang membuat seisi rumah tidur pulas, karena pak Bas ingat malam sebelum tidur ia mencium seperti bau kemenyan dan setelah itu dia langsung tidur.
Nah dari kejadian itu, di desa ini gempar karena takut kejadian serupa menimpa mereka, dan benar beberapa hari setelah itu terjadilah aksi pencurian di rumah warga yang lain,
namun naas, si pemilik rumah rupanya punya tameng (pelindung) jadi ilmu sirep yang di gunakan si pencuri tidak maksimal, saat sedang beraksi si pencuri hanya menggunakan pakaian dalam
dan di bagian lengannya terdapat tulisan “kancana setan e bhantoh jarangkong” yang entah apa artinya dalam bahasa daerah situ,
pencuri itu ketahuan oleh si pemilik rumah namun sempat melarikan diri dan ditangkap tepat di bawah pohon bambu di depan pagar rumah pak Bas, warga berhasil menangkapnya dan menghakiminya sebelum salah satu warga yang merupakan anggota entah ABRI atau POLISI itu datang dan melerai
ayahku kesal karena belum sempat ikut menghakimi si pencuri itu, tp ayahku ingat si bapak anggota aparat itu ketika datang sedang dalam kondisi merokok, dan bapak itu menyuruh pencuri itu menelan hidup2 rokok yang masih menyala itu
Ketika warga sudah bubar ayahku kembali ke rumah, sebelum sampai dirumah ternyata ia merasa ada yang mengikutinya, ayahku mengira itu adalah pak Bas tp setelah di tengok ke belakang ternyata tak ada apa, merindinglah ayahku, namun terus berjalan pulang,
tiba tiba sebuah bayangan hitam lewat di samping kanannya masuk ke dalam perkebunan pak Bas dan menuju ke pohon akasia, ayahku yang penasaran mengarahkan lampu senternya ke tempat bayangan hitam itu menghilang
dan terkejutlah ia ternyata yang muncul adalah sesosok wanita membelakanginya sambil menyisir rambutnya yang panjang, tanpa berpikir panjang ayahku pun langsung mempercepat langkahnya dan masuk ke dalam rumah
Tiga bulan setelah itu ada kejadian lagi,kebetulan malam itu ibu n ayahku blm tidur entah apa yang di kerjain malam itu, tp pas jam 2.30 wib tiba tiba sayup sayup terdengar orang teriak “maling..maling..maling” gt.
Lama kelamaan makin deket n kenceng suaranya, ayahku ngecek lewat jendela, beneran ada yang ngejar maling atau Cuma di kerjain suara hantu seperti dulu
ternyata beneran ada orang lari masuk kebun ini dan ayahku dengan jelas melihat tu maling ngumpet di pohon pisang, masuk ke pohon pisang itu dan ternyata warga yang ngejar juga tau kalo malingnya ngumpet disitu,
ayahku keluar rumah untuk menginformasikan ke warga bahwa malingnya bersembunyi disitu, tp anehnya pas di cariin gak ada, orangnya menghilang di pohon pisang itu. Salah satu warga bilang kalo malingnya punya semacam ilmu gt,
sebenernya dia gak menghilang, Cuma dia menyatu ke benda apa yang dibuatnya bersembunyi. Nah akhirnya salah satu warga lainnya bilang, “potong aja pohon pisangnya”
karena banyak warga yang nyuruh motong pohon pisang itu akhirnya di potonglah pohon pisang itu tepat di bagian tengahnya dengan menggunakan celurit, dan alhasil pohon pisang yang bagian bawah itu menjadi merah
dan tepat di bagian yang di potong itu mengeluarkan darah, kental dan berbau. Akhirnya warga memotong pohon pisang itu sampai ke pangkal untuk menghindari tubuh si maling itu menyatu kembali katanya
Akhirnya pak Bas memanggil seorang kyai untuk membersihkan rumah dan kebunnya ini dari penunggu penunggunya, namun si kyai itu meminta untuk di carikan perantara agar bisa berkomunikasi terlebih dahulu dengan para penunggu itu,
di carilah seorang pemuda di dekat rumah yang ketika ritual di mulai ia langsung kesurupan, ia mengelus elus rambutnya seperti seorang wanita, rupanya kuntilanak yang merasukinya,
dia marah2 dan inti dari kemarahannya yaitu “manusia itu sangat keji, ia tega membunuh sesamanya, kalian lihat kan darah yang keluar dari pohon pisang itu, darah itu darah seorang manusia yang berkorban untuk manusia lainnya”
maksudnya (ternyata si maling yang bersembunyi dan hilang di pohon pisang itu beneran mati padahal ia mencuri itu untuk menghidupi keluarganya). Setelah itu pak kyai pun meneruskan ritualnya,
ia menangkap satu persatu makhluk makhluk ghaib yang mengganggu dan dimasukkannya ke dalam botol kecil, dan ritual di akhiri dengan mengelilingi pagar sambil menyiramkan air yang sudah di beri do’a.
nah sejak saat itulah aku tidak pernah rewel lagi karena para penunggu itu sudah di pindahkan ke manggar dan akan saya ceritakan di thread selanjutnya.. Tamat.

0 komentar:

Note: Only a member of this blog may post a comment.